Beranda > Desain Bangunan > Desain Rumah Tahan Gempa

Desain Rumah Tahan Gempa

Latar Belakang

Pada prinsipnya Rumah Tahan Gempa adalah rumah yang mampu menahan gempa baik itu gempa kecil tanpa kerusakan, gempa sedang maupun gempa berskala besar. Prinsip dasar dari rumah tahan terhadap gempa adalah setiap struktur dari bangunan harus terikat dengan baik, seperti fondasi dengan sloof, sloof dengan kolom dan dinding, kolom dengan ring balk dan seterusnya. Selain itu juga harus perlu diperhatikan kualitas bahan bangunan.

Dalam suatu perencanaan bangunan yang diantisisipasi adalah beban gravitasi yang terdiri dari beban mati, beban hidup, dan beban lateral sebagai beban gempa. Untuk beban gravitasi biasanya dapat diprediksi besarnya akan tetapi untuk beban lateral ini agak sulit, sehingga dalam menganalisis akibat gerakan gempa untuk suatu daerah harus diambil sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam SNI 1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung

Beberapa penyesuaian sangat diperlukan untuk mendukung fungsi rumah sebagai penahan gempa. Besarnya beban gempa sebagai hasil respon dinamis bangunan terhadap goyangan pondasi.  Ada dua pendekatan yang digunakan untuk memprediksi beban dinamis bangunan. Pendekatan pertama adalah prosedur gaya lateral ekuivalen yaitu suatu estimasi sederhana terhadap periode alami bangunan, antisipasi percepatan maksimum permukaan, dan juga factor-faktor geser dalam maksimum.

Pendekatan kedua adalah analisa frekuensi modal, dimana struktur tersebut dianalisa dan kemudian digunakan estimasi  respon modal maksimum. Kombinasi ini untuk mendapatkan nilai respon  maksimum dan  lebih mendalam analisanya dibandingkan dengan  prosedur gaya lateral ekuivalen.

Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Untuk memberikan gambaran yang jelas, disini diberikan suatu contoh rumah tahan gempa dengan memperhatikan tiga hal utama yaitu struktur atap, struktur dinding dan pondasi.

Suatu bangunan dapat menahan gempa, gaya inersia gempa harus dapat disalurkan dari tiap-tiap elemen struktur kepada struktur utama gaya horisontal yang kemudian memindahkan gaya-gaya ini ke pondasi dan ke tanah.

Struktur utama penahan gaya horizontal harus bersifat kenyal. Apabila kekuatan elastisnya terlampaui, keruntuhan getas yang tiba-tiba tidak akan terjadi, tetapi pada beberapa tempat tertentu terjadi Ieleh terlebih dulu.

Sebagai contoh deformasi paku pada batang kayu terjadi sebelum keruntuhan akibat momen lentur pada batangnya. Cara dimana gaya-gaya tersebut dialirkan biasanya disebut jalur Iintasan gaya. Tiap-tiap bangunan harus mempunyai jalur lintasan gaya yang cukup untuk dapat menahan gaya gempa horisontal.

Struktur Atap

Struktur atap mempunyai peranan penting dalam mendesain Rumah Tahan Gempa karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian struktural balok, kolom dan pondasi suatu bangunan. Untuk itu perlu direncanakan secara matang sehingga pada saat gempa terjadi tidak mengalami kerubtuhan. Pada saat ini banyak digunakan rangka atap baja ringan karena dari segi kekuatan dan beban memenuhi persyaratan yang diizinkan.

Struktur Dinding

Gaya-gaya aksiaI dalam ring balok harus ditahan oleh dinding. Pada dinding bata gaya-gaya tersebut ditahan oleh gaya tekan diagonal yang diuraikan menjadi gaya tekan dan gaya tarik. Gaya aksiaI yang bekerja pada ring balok juga dapat menimbulkan gerakan berputar pada dinding. Putaran ini ditahan oleh berat sendiri dinding, berat atap yang bekerja diatasnya dan ikatan sloof ke pondasi.

Struktur Pondasi

Sruktur pondasi berperanan penting untuk memindahkan beban gempa dari dinding ke tanah. Pertama, pondasi harus dapat menahan gaya tarik vertikal dan gaya tekan dari dinding. Ini berarti sloof menerima gaya geser dan momen lentur sebagai jalur Iintasan gaya terakhir sebelum gaya-gaya tersebut mencapai tanah. Akhirnya sloof memindahkan gaya-gaya datar tersebut ke pada tanah yang ditahan oleh daya dukung tanah dan tekanan tanah lateral.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: