Beranda > Etika Profesi > WIRAUSAHA

WIRAUSAHA

Islam sebagai agama Allah yang sempurna memberikan petunjuk kepada manusia tentang bidang usaha yang halal, cara berusaha, dan bagaimana manusia harus mengatur hubungan kerja dengan sesama mereka supaya memberikan manfaat yang baik bagi kepentingan bersama dan dapat menciptakan kesejahteraan serta kemakmuran hidup bagi segenap manusia. Islam tidak hanya menyuruh manusia bekerja bagi kepentingan dirinya sendiri secara halal, tetapi juga memerintahkan manusia menjalin hubungan kerja dengan orang lain bagi kepentingan dan keuntungan kehidupan manusia di jagat raya ini. Oleh karena itu, dalam bidang usaha dan wiraswasta Islam benar-benar memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas untuk dapat dijadikan pedoman melakukan usaha dan wiraswasta yang baik.

Selain itu, Islam juga mengatur secara jelas hubungan kerja antara pemberi kerja dan karyawan atau buruh atau pembantu yang melaksanakan perintah dari pemberi kerja. Islam juga memberikan petunjuk dengan jelas masalah utang-piutang antara seseorang dan yang lain dalam melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karena masalah utang-piutang merupakan hal yang tidak bisa diabaikan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu, secara jelas Islam memberikan ketentuannya agar tidak terjadi perselisihan dan permusuhan akibat utang-piutang.

Ketentuan Islam yang jelas mengenai bidang jual beli, berbagai bentuk usaha, utang-piutang, dan hubungan kerja dimaksudkan untuk memberikan pedoman kepada manusia dalam melakukan aktivitas tersebut guna menciptakan kehidupan pribadi dan masyarakat yang adil, bermartabat, dan saling meno­long sehingga tercipta kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Islam sebagai agama yang sempurna menjelaskan semua ini secara detail dan lengkap sehingga manusia tidak memerlukan aturan lain untuk menjalani bidang-bidang tersebut.

Pedoman dan tuntunan Islam mengenai masalah wiraswasta, utang-piutang, dan hubungan kerja antara buruh dan majikan dibahas dalam blog ini secara ringkas, jelas, dan Insya Allah lengkap. Walaupun demikian, kepada siapa pun yang mendapati kekurangan dalam blog ini, kami harap menyampaikan saran, koreksi, dan sumbang-saran pemikiran agar lebih sempurna.

Akhirnya, kami berharap kepada Allah semoga penulisan blog ini menjadi amal shalih bagi penulis, bagi siapa saja yang menyampaikan kepada orang lain, dan semua pihak yang membantu tampilnya blog ini. Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang shalih dan memperoleh barakah.

Pada halaman ini akan disampaikan padangan islam terhadap wirausaha, yang berisi tentang :

  1. Perdagangan peluang rezeki paling besar
  2. Memasuki pasar dengan membaca do’a
  3. Pasar tempat setan
  4. Mengajar
  5. Beternak kuda
  6. Menjahit/usaha konveksi
  7. Pemerahan susu
  8. Beternak kambing
  9. Menenun
  10. Ramah dan santun dalam jual beli
  11. Hak memilih dalam jual beli
  12. Menebus dosa jual beli dengan sedekah
  13. Mulai bekerja pada pagi hari
  14. Beternak unggas
  15. Beternak sapi dan unta
  16. Jasa angkutan
  17. Mengelola hutan
  18. Pertambangan
  19. Industri logam
  20. Nelayan
  21. Beternak lebah
  22. Beternak ulat sutra
  23. Berkebun
  24. Industri perkapalan
  25. Pencarian harta karun
  26. Pelatihan tenaga kerja
  27. Teknisi pembangunan
  28. Merantau sebagai tempat berwiraswasta
  29. Pengerahan tenaga kerja
  30. Berburu hewan
  31. Jasa kesehatan
  32. Kerja sama
  33. Tidak tidur setelah shalat Shubuh
  34. Do’a membuka pintu rezeki
  35. Do’a keluar dari pasar
  36. Perselisihan transaksi
  37. Uang muka
  38. Menerima pembatalan pembelian karena ada penyesalan
  39. Bisnis rumah atau tanah
  40. Hak khiyar sebelum berpisah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: